Periksakan Diri Anda Sebelum Terlambat.
- Home >
- Checkups
Pemulihan Pasca Persalinan
Apakah Pemulihan Otot Dasar Panggul (Pelvic Floor) Pasca Melahirkan Penting?
Selamat untuk kelahiran buah hati Anda! Setelah melewati proses kehamilan dan persalinan, banyak ibu yang fokus pada perawatan bayi, namun sering lupa untuk merawat diri sendiri, terutama area otot dasar panggul (pelvic floor). Otot-otot ini penting karena berfungsi seperti "hammock" yang menopang organ-organ di panggul, seperti rahim, kandung kemih, anus, dan rektum. Selama kehamilan otot-otot ini meregang dan melemah. Dan pada proses persalinan otot-otot ini meregang lebih jauh untuk mengakomodasi kelahiran bayi, sehingga dapat terjadi robekan otot/ cedera otot ini. Dampak dari kelemahan dan kerusakan otot dasar panggul adalah berbagai keluhan disfungsi dasar panggul seperti turun peranakan, kebocoran urin, kesulitan mengendalikan kentut/ feses, dan disfungsi seksual perempuan. Sehingga, pemulihannya pasca persalinan menjadi krusial.
Mengapa Pemulihan Pelvic Floor itu Penting?
Pemulihan yang baik akan membantu mencegah masalah umum seperti:
-
Kebocoran urin/ Inkontinensia urin: Kondisi di mana Anda tidak bisa menahan buang air kecil/ terjadi kebocoran urin, terutama saat batuk, bersin, atau tertawa. Keluhan lain dapat pula beser/ sering kencing/ kebelet kencing berlebihan.
-
Turun Peranakan/ Prolaps organ panggul: Kondisi di mana satu atau lebih organ panggul (rahim, vagina, kandung kemih, saluran kemih, rektum, anus, dsb) turun dari posisi normalnya ke vagina. Hal ini dapat menimbulkan benjolan di vagina, rasa tidak nyaman/ tekanan, bahkan lecet/ perlukaan, sampai berdarah.
-
Disfungsi Seksual Perempuan/ Keluhan hubungan suami istri.
Nyeri saat berhubungan intim, atau dispareunia, dapat terkait dengan proses persalinan yang mengalami cedera otot/ struktur vagina yang menimbulkan kekakuan struktur/ kelemahan struktur. Jika proses penyembuhan luka jalan lahir tidak sempurna dapat terbentuk jaringan parut yang kurang elastis dan menimbulkan nyeri senggama. Kelemahan otot-otot penyokong organ-organ panggul juga dapat menyebabkan rasa tertekan/ nyeri, sehingga hubungan suami istri tidak nyaman. Keluhan lain dapat berupa kurangnya sensasi akibat vagina terasa longgar.
-
Kebocoran/ Kesulitan mengendalikan Feses/ Kentut
Kebocoran fekal/ Inkontinensia fekal pasca persalinan adalah kondisi di mana seorang wanita kehilangan kemampuan untuk mengendalikan buang air besar, baik dalam bentuk tinja padat, cair, maupun gas (kentut), setelah melahirkan. Persalinan dibantu forsep/ vakum, persalinan yang berlangsung lama, berisiko tinggi mengalami cedera otot pintu anus/ sfingter anus dan persyarafan dasar panggul. Kerusakan ini menimbulkan kebocoran/ kesulitan mengendalikan feses maupun kentut.
Yang menarik adalah, berbagai masalah disfungsi dasar panggul ini dapat dialami perempuan yg melahirkan baik secara sesar maupun normal. Karena meskipun tidak ada persalinan pervaginam, namun selama kehamilan sendiri sudah merupakan beban bagi dasar panggul dan sudah dapat terjadi kerusakan dasar panggul.
Langkah-Langkah Sederhana untuk Pemulihan Dasar Panggul Pasca Persalinan:
-
Latihan Otot Dasar Panggul/ Senam Kegel: Ini adalah latihan yang efektif untuk menguatkan kembali otot panggul. Caranya mudah:
-
Kontraksikan otot dasar panggul hingga pintu vagina dan dubur menguncup dan terangkat (mirip ketika menahan buang air kecil dan kentut).
-
Tahan selama 2 detik lalu istirahat 2 detik. Ulangi sebanyak 10 kali.
-
Selanjutnya kontraksikan kembali, tahan selama 5 hitungan lalu istirahat selama 10 hitungan. Ulangi sebanyak 10 kali.
-
Rangkaian latihan/ sesi ini dikerjakan 3x sehari.
-
-
Hindari Sembelit berkepanjangan: Pastikan asupan serat dan air cukup untuk mencegah sembelit berkepanjangan.
-
Posisi Tubuh: Saat menyusui atau menggendong bayi, usahakan postur tubuh tegak. Ini membantu mengurangi tekanan pada otot panggul.
-
Konsultasi dengan Ahli: Jika Anda merasakan tidak nyaman di area vagina, mengalami kebocoran urin ketika batuk/ bersin, sensasi tekanan di area panggul, atau tidak nyaman saat hubungan suami istri, segera konsultasikan dengan dokter uroginekologi Anda. Mereka akan melakukan pemeriksaan menyeluruh pada Anda dan memberikan panduan dan terapi yang tepat sesuai kondisi Anda.
Ingatlah, setiap tubuh wanita unik dan waktu pemulihan bisa berbeda-beda. Berikan waktu bagi diri Anda untuk pulih. Merawat otot dasar panggul adalah investasi jangka panjang untuk kesehatan dan kualitas hidup Anda.
*Penjelasan mengenai Keluhan/ Disfungsi Seksual Perempuan dan Ginekologi Estetika dapat Anda akses dengan meng-klik sub judul terkait di bagian atas laman ini
Masalah Menopause
Perimenopause adalah periode transisi alami dalam kehidupan seorang wanita dari periode fertile/ subur menuju menopause (berakhirnya masa subur perempuan secara alami). Ini bukanlah penyakit, melainkan fase yang ditandai dengan penurunan hormon perempuan, terutama estrogen dan progesteron, yang bisa berlangsung selama beberapa tahun sebelum menopause. Masa transisi ini terkadang memberikan keluhan klinis yang mengganggu kualitas hidup perempuan.
Berikut adalah beberapa keluhan yang umum:
- Siklus Menstruasi Tidak Teratur: Ini sering kali menjadi tanda pertama. Siklus bisa menjadi lebih pendek, lebih panjang, lebih ringan, atau lebih berat dari biasanya.
- Genitourinary Syndrome of Menopause (GSM). Dapat berupa Vagina terasa kering, hubungan suami istri lebih nyeri/ perih, keputihan berulang, sering kencing, atau infeksi saluran kemih berulang.
- Hot Flashes (Sensasi Panas): Tiba-tiba merasa panas di wajah, leher, dan dada, sering kali diikuti dengan keringat. Hal ini bisa terjadi pada siang hari maupun malam hari (keringat malam), yang dapat mengganggu tidur.
- Perubahan Suasana Hati, penurunan Hasrat seksual, dan Masalah Tidur: Fluktuasi hormon dapat menyebabkan perubahan suasana hati, mudah marah, atau merasa cemas. Keringat malam juga bisa menyebabkan sulit tidur atau sering terbangun. Selain itu perubahan fisik seperti penambahan berat badan, penurunan konsentrasi, mudah Lelah juga dapat dikeluhkan.
Anda dapat mengelola keluhan perimenopause dengan beberapa tips yang bisa Anda coba:
- Gaya Hidup Sehat: Terapkan pola makan seimbang, kaya buah, sayur, dan biji-bijian. Olahraga teratur, seperti yoga atau jalan kaki, dapat membantu menjaga berat badan, meningkatkan suasana hati, dan kualitas tidur.
- Kelola Stres: Latihan pernapasan, meditasi, atau aktivitas relaksasi lainnya bisa sangat membantu.
- Pilih Pakaian yang Nyaman: Untuk mengantisipasi hot flashes, pilih bahan katun yang menyerap keringat.
- Atasi Vagina Kering: Gunakan pelembap atau pelumas khusus vagina untuk mengurangi ketidaknyamanan saat berhubungan intim.
Jika gejala perimenopause masih mengganggu aktivitas harian Anda, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Dokter uroginekologi dapat memeberikan penanganan menyeluruh untuk keluhan perimenopause organ intim/ kewanitaan Anda khususnya terkait genitourinary syndrom of menopause. Ingatlah, perimenopause adalah bagian dari perjalanan alami kehidupan, dan Anda tidak sendirian dalam menghadapinya.
*Penjelasan mengenai Keluhan/ Disfungsi Seksual Perempuan dan Ginekologi Estetika dapat Anda akses dengan meng-klik sub judul terkait di bagian atas laman ini
Turun Peranakan/ Prolaps Organ Panggul (POP)
Prolaps Organ Panggul (POP) adalah kondisi medis di mana satu atau lebih organ di dalam panggul wanita—seperti rahim, kandung kemih, atau rectum, dsb—turun dari posisi normalnya dan menonjol ke arah atau bahkan keluar dari vagina. Kondisi ini terjadi karena otot dan jaringan ikat di dasar panggul yang seharusnya berfungsi sebagai "penyangga" menjadi lemah atau rusak. Meskipun sering terjadi pada wanita lanjut usia, POP juga bisa dialami oleh wanita muda, terutama setelah melahirkan, atau pada perempuan dengan obesitas.
Tanda dan Gejala Prolaps
Gejala POP bervariasi tergantung pada organ yang mengalami prolaps dan tingkat keparahannya. Sebagian besar wanita tidak merasakan gejala sama sekali pada tahap penyakit ringan (POP derajat 1-2), sementara pada tahap penyakit berat (POP derajat 3-4) lain mungkin mengalami keluhan berikut:
- Sensasi Ada Sesuatu yang Turun: Perasaan seperti ada "bola" yang keluar dari vagina atau sensasi berat di area panggul.
- Tekanan atau Nyeri Panggul: Rasa berat atau tekanan yang biasanya memburuk saat berdiri lama, batuk, atau mengangkat benda berat.
- Masalah Buang Air Kecil: Kesulitan memulai aliran urin, aliran urin yang lambat, atau dorongan untuk buang air kecil yang lebih sering, terasa tidak tuntas pasca berkemih.
- Masalah Buang Air Besar: Kesulitan buang air besar atau sensasi tidak tuntas.
- Nyeri Saat Berhubungan Intim: Rasa tidak nyaman atau sakit saat berhubungan seksual.
- Jaringan yang Menonjol: Terkadang, Anda mungkin melihat atau meraba tonjolan di dalam atau di luar lubang vagina.
Faktor Penyebab
Penyebab utama prolaps adalah kombinasi dari kelemahan otot dasar panggul dan tekanan berulang pada area tersebut. Faktor-faktor risikonya meliputi:
- Kehamilan dan Persalinan: Terutama melahirkan bayi dengan ukuran besar, persalinan lama, atau menggunakan alat bantu (forsep atau vakum).
- Faktor Usia dan Menopause: Penurunan hormon estrogen setelah menopause dapat melemahkan otot dan jaringan.
- Kegemukan (Obesitas): Berat badan berlebih meningkatkan tekanan pada panggul.
- Batuk Kronis: Kondisi seperti asma atau bronkitis yang menyebabkan batuk berkepanjangan.
- Sembelit Kronis: Kebiasaan mengejan saat buang air besar.
- Riwayat Operasi: Misalnya Riwayat pengangkatan Rahim.
Penanganan dan Pengobatan
Penanganan POP bergantung pada tingkat keparahan gejala dan kondisi pasien. Pilihan yang tersedia meliputi:
- Pendekatan Non-Bedah:
- Latihan Dasar Panggul (Kegel): Latihan untuk menguatkan otot-otot panggul.
- Biofeedback, stimulasi elektrik, atau stimulasi elektromagnetik. Ini merupakan modifikasi untuk memaksimalkan Latihan otot dasar panggul.
- Pesarium/ cincin vagina: Alat berbahan karet/ silikon yang dimasukkan ke dalam vagina untuk menopang organ-organ agar tidak turun.
- Perubahan Gaya Hidup: Menurunkan berat badan, mengelola sembelit, dan menghindari mengangkat beban berat.
- Pendekatan Operatif:
- Dilakukan operasi untuk memperkuat struktur penyokong dasar panggul, mengembalikan organ ke posisi normal.
Jika Anda merasa memiliki salah satu gejala di atas, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter uroginekologi rekonstruksi estetika. Dapatkan penanganan terbaik untuk kualitas hidup terbaik Anda. Jangan biarkan POP menghalangi Anda dari berbagai berharga dalam hidup Anda.
*Penjelasan mengenai Keluhan/ Disfungsi Seksual Perempuan dan Ginekologi Estetika dapat Anda akses dengan meng-klik sub judul terkait di bagian atas laman ini
Beser/ Kebocoran Urin/ Inkontinensia Urin
Penyuluhan: Mengenal Inkontinensia Urin pada Perempuan
Inkontinensia urin adalah kebocoran urin di luar kendali seseorang. Inkontinensia urin banyak dialami oleh perempuan, dan ini bukanlah hal yang normal meskipun pada Perempuan yang menua. Inkontinensia urin merusak kualitas hidup, menyebabkan rasa malu, dan membatasi aktivitas sosial.
Ada beberapa jenis inkontinensia urin yang sering dialami oleh perempuan:
- Inkontinensia Urin Tekanan (Stress Urinary Incontinence - SUI): Ini adalah jenis yang paling umum. Kebocoran urin terjadi saat ada peningkatan tekanan dalam perut yang menekan kandung kemih. Misalnya ketika Anda batuk, bersin, tertawa, melompat, naik tangga, berolahraga, atau mengangkat benda berat. Penyebabnya sering kali adalah kelemahan otot dasar panggul atau kelemahan otot pintu sfingter uretra, misalnya akibat kehamilan, persalinan, atau menopause.
- Inkontinensia Urin Desakan (Urge Urinary Incontinence - UUI): Jenis ini ditandai dengan dorongan yang tiba-tiba dan kuat (urgensi) untuk buang air kecil, diikuti dengan kebocoran urin yang tidak bisa ditahan. Anda mungkin merasa perlu buang air kecil lebih sering dari biasanya, bahkan saat kandung kemih tidak penuh. Kondisi ini sering dikaitkan dengan kandung kemih yang terlalu aktif (overactive bladder - OAB). Keluhan lain dapat berupa terbangun tidur malam karna ingin kencing berlang.
- Inkontinensia Urin Campuran (Mixed Incontinence): Ini adalah kombinasi dari inkontinensia stres dan urgensi. Penderita mengalami kebocoran urin saat ada tekanan fisik dan juga saat merasakan dorongan kuat untuk buang air kecil.
- Inkontinensia Urin Luapan (Overflow Urinary Incontinence): Terjadi kebocoran karena kandung kemih penuh dan tidak dapat mengosongkan urin secara efektif.
- Inkontinensia Urin Kontinu (Continous Urinary Incontinence): Terjadi kebocoran urin secara kontinu/ terus menerus. Berkaitan dengan fistula vesikovagina (jalur patologis yang menghubungkan kandung kemih dengan vagina) atau fistula uretrovagina (jalur patologis yang menghubungkan uretra dengan vagina).
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko inkontinensia urin meliputi:
- Kehamilan dan Persalinan: Proses melahirkan, terutama persalinan normal, dapat meregangkan dan melemahkan otot dasar panggul.
- Perubahan Hormonal: Penurunan kadar estrogen terkait menopause dapat memengaruhi kekuatan dan kesehatan otot saluran kemih.
- Obesitas: Kelebihan berat badan meningkatkan tekanan pada kandung kemih dan otot dasar panggul.
- Usia: Seiring bertambahnya usia/ penuaan, otot-otot di sekitar kandung kemih dan uretra cenderung melemah.
- Selain itu, penyakit seperti diabetes/ gangguan persyarafan dapat terkait dengan inkontinensia urin. Dan gaya hidup (pola minum tinggi kafein, alkohol, atau minuman berkarbonasi dapat memperburuk gejala).
Jika Anda mengalami kebocoran urin yang mengganggu aktivitas sehari-hari, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter uroginekologi Anda. Dokter urginekologi akan membantu mendiagnosis jenis inkontinensia Anda dan merekomendasikan pilihan penanganan yang sesuai, seperti:
- Latihan Otot Dasar Panggul (Kegel): Untuk menguatkan otot yang mendukung kandung kemih.
- Modifikasi Gaya Hidup: Seperti mengelola berat badan, mengurangi asupan kafein, dan mengatur jadwal buang air kecil.
- Obat-obatan: Untuk mengelola kandung kemih yang terlalu aktif.
- Terapi Lainnya: Seperti alat pendukung (pessary) atau prosedur bedah jika diperlukan.
Inkontinensia urin adalah kondisi yang dapat diobati, bukan bagian dari proses penuaan yang normal. Dengan penanganan yang tepat, inkontinensia urin bisa datasi dan Anda bisa kembali menjalani aktivitas dengan lebih nyaman dan percaya diri.
*Penjelasan mengenai Keluhan/ Disfungsi Seksual Perempuan dan Ginekologi Estetika dapat Anda akses dengan meng-klik sub judul terkait di bagian atas laman ini
Keluhan/ Disfungsi Seksual Perempuan
Disfungsi seksual perempuan adalah masalah kesehatan yang bisa dialami oleh siapa pun. Mengapa ini penting? Karena kehidupan seksual yang sehat adalah bagian penting dari kesejahteraan fisik dan mental. Pahami dan temukan solusinya untuk kembali menikmati hubungan suami istri yang berkualitas.
Disfungsi seksual memiliki beberapa jenis, dan satu orang bisa mengalami lebih dari satu jenis sekaligus. Beberapa di antaranya meliputi:
-
Gangguan Hasrat Seksual (Hypoactive Sexual Desire Disorder/HSDD): Keluhan merasa kurang atau tidak ada hasrat untuk berhubungan suami istri ini dapat terjadi pada siapa saja. Keluhan ini meningkat seiring penambahan usia dan penurunan hormon estrogen (menjelang menopause).
-
Gangguan Gairah Seksual (Arousal Disorder): Seorang perempuan dapat mengalami kesulitan untuk merasa terangsang secara fisik maupun mental. Ini bisa termasuk kurangnya lubrikasi vagina atau kurangnya sensasi di area genital. Keluhan ini juga meningkat seiring menurunnya kadar estrogen menjelang menopause.
-
Gangguan Orgasme (Anorgasmia): Sulit atau tidak bisa mencapai orgasme, meskipun sudah mendapatkan stimulasi yang cukup. Keluhan ini dapat terkait dengan masalah respon seksual/ arousal dissorder.
-
Gangguan Nyeri Seksual (Dispareunia): Nyeri berulang atau terus-menerus saat berhubungan suami istri. Nyeri ini bisa terasa di dalam vagina, vulva, atau area panggul. Bisa juga kesulitan penetrasi seperti pada kasus Vaginismus.
Faktor Risiko
-
Faktor Fisik:
-
Masalah Hormonal: Penurunan kadar estrogen akibat menopause, menyusui, atau operasi pengangkatan ovarium.
-
Kondisi Medis: Penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, atau masalah neurologis.
-
Obat-obatan: Beberapa jenis obat, seperti antidepresan atau obat tekanan darah, bisa memengaruhi hasrat seksual.
-
Perubahan Fisik: Perubahan setelah melahirkan, operasi panggul, atau kondisi seperti Genitourinary Syndrome of Menopause (GSM) yang menyebabkan vagina kering dan nyeri.
-
-
Faktor Psikologis dan Sosial:
-
Stres dan Kecemasan: Kelelahan, stres di tempat kerja, atau masalah keuangan bisa menguras energi dan hasrat.
-
Masalah Hubungan: Kurangnya komunikasi dengan pasangan, konflik, atau ketidakpercayaan.
-
Riwayat Trauma: Pengalaman pelecehan seksual atau trauma lainnya.
-
Citra Diri Negatif: Rasa tidak percaya diri terhadap tubuh bisa memengaruhi gairah. Misalnya pada perempuan dengan prolaps organ panggul atau masalah tampilan area kewanitaan.
-
Jika disfungsi seksual mengganggu hubungan atau kualitas hidup Anda, jangan ragu untuk mencari bantuan dokter uroginekologi. Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mencari masalah dan penyebab fisik untuk selanjutnya bersama Anda menemukan terapi terbaik.
Ingat, disfungsi seksual perempuan bukan aib! Ini adalah penyakit/ masalah medis yang dapat diobati. Anda tidak sendirian. Konsultasikan dengan dokter uroginekologi Anda.
Ginekologi Estetika
Ginekologi estetika adalah cabang ilmu kedokteran yang berfokus pada prosedur untuk memperbaiki tampilan, keindahan, fungsi, dan sensasi organ intim wanita. Lebih dari sekadar estetika, tindakan ini sering kali dilakukan untuk mengatasi masalah fungsional yang dapat memengaruhi kepercayaan diri, kenyamanan, dan kualitas hidup seorang perempuan.
Mengapa Ginekologi Estetika Penting?
Banyak wanita mengalami perubahan pada area genital mereka seiring waktu, terutama setelah melahirkan, menopause, atau penuaan alami. Perubahan ini bisa menyebabkan masalah seperti:
- Perubahan Bentuk: Bibir vagina (labia) yang terlalu memanjang atau terlalu tidak simetris bisa menyebabkan ketidaknyamanan saat berolahraga, memakai pakaian ketat, atau saat berhubungan intim.
- Vagina Struktur: Dapat terjadi pengenduran struktur, atau menjadi lebih kering. Hal ini dapat mengganggu tampilan maupun fungsi.
Ginekologi estetika menawarkan solusi untuk masalah-masalah ini, membantu wanita merasa lebih percaya diri dan nyaman dengan tubuh mereka.
Jenis Prosedur Ginekologi Estetika
Prosedur ini bisa bervariasi dari tindakan non-bedah hingga bedah, tergantung pada kebutuhan pasien, misalnya:
-
Laser Vagina Rejuvenation (Peremajaan Vagina): Prosedur non-invasif yang menggunakan energi laser untuk merangsang produksi kolagen dan elastin pada dinding vagina. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kekencangan, elastisitas, dan lubrikasi, sehingga mengatasi masalah seperti vagina kering dan inkontinensia urin ringan.
- Platelete Rich Plasma (PRP):
Penggunaan faktor pertumbuhan dari darah kita sendiri yang sudah diproses/ diaktivasi untuk mem-booster regenerasi jaringan - Injeksi Filler: Penggunaan filler (zat pengisi) untuk meningkatkan volume pada area labia majora atau klitoris, yang dapat membantu memperbaiki tampilan estetika dan meningkatkan sensasi.
- Labiaplasty: Prosedur bedah untuk mengurangi ukuran atau mengubah bentuk labia (bibir vagina). Ini sering dilakukan untuk alasan estetika, tetapi juga dapat mengatasi ketidaknyamanan fungsi fisik akibat labia yang terlalu memanjang/ melebar.
- Clotoral Hood Reduction: Prosedur koreksi operatif pada tudung klitoris
- Vaginoplasty: Prosedur bedah untuk mengencangkan otot-otot vagina yang kendur akibat persalinan atau penuaan. Prosedur ini dapat meningkatkan kekencangan dan kepuasan seksual.
Pertimbangan Penting Sebelum Prosedur
Sebelum memutuskan untuk menjalani prosedur ginekologi estetika, sangat penting untuk:
-
Berkonsultasi dengan Ahli: Pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter uroginekologi rekonstruksi estetika yang memiliki keahlian dan pengalaman dalam bidang ini. Dokter akan mengevaluasi kondisi Anda dan merekomendasikan prosedur yang paling sesuai dengan kebutuhan/ masalah Anda.
-
Memahami Tujuan dan Hasil: Diskusikan secara terbuka ekspektasi Anda. Pahami bahwa setiap prosedur memiliki risiko dan hasil yang berbeda.
Ginekologi estetika bukan hanya tentang penampilan, tetapi juga tentang peningkatan kesehatan fungsional dan kualitas hidup perempuan. Jika Anda memiliki keluhan atau pertanyaan tentang area intim kewanitaan, jangan ragu menghubungi dokter uroginekologi Anda.
Bicarakan dengan kami!
Jangan biarkan masalah yang Anda alami membatasi kualitas hidup dan kepercayaan diri Anda. Ambil langkah pertama menuju perubahan positif hari ini; jangan ragu untuk menghubungi kami.